Masihkah Kondisi Pabrik Mobil SMK /ESEMKA Seperti Ini

Meski kurang memiliki sertifikasi yang relevan, pembangunan pabrik pembuatan mobil Esemka buatan lokal dimulai di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, awal tahun ini.



Eko Nugroho, kepala divisi kontrol pada Izin Investasi Boyolali dan Badan Layanan Terpadu (BPMP2T), mengatakan bahwa pihaknya belum menerima dokumen yang memungkinkannya mengeluarkan izin bangunan.
'Mereka [para pendukung proyek Esemka] hanya mendatangi kami untuk mempresentasikan rencana investasi mereka, namun izin mereka belum siap karena masih diproses,' katanya.
Dia mengatakan bahwa pihaknya juga menunggu izin dari bupati saat pabrik tersebut dibangun di atas tanah milik desa.
'Tapi kami pada dasarnya mendukung proyek ini,' kata Edi.Pembangunan pabrik di lahan seluas 11,4 hektare ini dilakukan oleh tiga perusahaan: PT Adiperkasa Citra Esemka Hero, Proton dari Malaysia dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK).Koordinator proyek konstruksi adalah PT Ghewantika Konstruksi.Manajer proyek konstruksi, Budiyanto, mengatakan bahwa pembangunan dimulai pada bulan Januari dan saat ini sedang dalam tahap pemasangan rangka baja.
"Kemajuannya mencapai 20 persen dan kami akan menyelesaikannya pada bulan Mei," katanya.
Pembangunannya, kata dia, akan dilakukan dalam dua tahap, dengan yang pertama adalah pembangunan sebuah showroom setinggi 15 meter dengan jarak 30 meter dan bangunan kedua adalah gedung perakitan 60-an-100 meter.


Secara terpisah, Walikota Surakarta FX Hadi 'Rudy' 'Rudyatmo mengungkapkan apresiasi atas pengembangan pabrik mobil Esemka, meski tidak dikembangkan di Surakarta, tempat mobil itu diproduksi pertama kali.
"Mobil Esemka lahir di sini, tapi pabriknya bisa dikembangkan di mana saja," kata Rudy.
Dia menambahkan pabrik itu tidak bisa dibangun di kota karena lahannya tidak tersedia.
Dia juga berharap agar pemerintah pusat tetap mendukung mobil dan masa depannya. Salah satu cara untuk melakukannya, katanya, adalah dengan menggunakan mobil Esemka sebagai kendaraan dinas.
'Pemerintah juga harus konsisten dalam mendukung program ini, jadi mereka tidak akan hanya mengeluarkan izin produksi tapi tidak melakukan apa-apa sesudahnya. Esemka adalah produk lokal dan patut mendapat perhatian, "kata Rudy.


Menanggapi produksi massal mobil Esemka, direktur utama Solo Techno Park (STP), Darsono, mengatakan bahwa produsen Esemka harus dapat memilih pasar yang tepat di tengah persaingan ketat dengan mobil Jepang dan Korea. yang saat ini membanjiri pasar Indonesia.
Ia mengatakan, pilihan pasar merupakan syarat mutlak bagi mobil Esemka untuk bertahan dalam persaingan di industri otomotif. 'Maksudnya, Esemka harus dijual dengan baik di pasar dan memenangkan kompetisi dengan produk mobil lainnya,' kata Darsono.


Esemka pertama kali dirakit oleh siswa sekolah menengah kejuruan di Surakarta dan ini mendorong popularitas Jokowi saat dia menjadi walikota Surakarta.
Setelah beberapa saat, bagaimanapun, mobil itu sepertinya baru saja lenyap dan banyak yang menyalahkan Jokowi karena telah meninggalkannya.
Esemka menjadi sorotan lagi setelah ada kesepakatan antara Proton Malaysia dan PT Adiperkasa Citra Lestari untuk memproduksinya secara massal. Jokowi menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara kedua perusahaan tersebut.


Tahun lalu, Presiden mengadakan pertemuan dengan para pembuat kebijakan utama dari Kantor Menteri Ekonomi Koordinator dan Kementerian Perindustrian untuk membahas kemungkinan dukungan untuk mobil buatan lokal.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk merestrukturisasi model bisnis Esemka, memusatkannya pada memproduksi mobil untuk keperluan pertanian, dan bukan untuk bersaing dengan raksasa otomotif seperti Honda dan Toyota di segmen mobil penumpang.

0 Response to "Masihkah Kondisi Pabrik Mobil SMK /ESEMKA Seperti Ini"

Post a Comment