Mobil Grandong Adalah Mobil Yang Di Cap Sebagai Kendaraan Ilegal Oleh Kementerian Perindustrian

Mobil Grandong sebagai kendaraan yang sangat diandalkan untuk angkutan barang di desa kelahiran OTO DAENG mengingat biaya yang dikeluarkan untuk merakit dan memiliki mobil angkutan barang ini sangatlah murah ketimbang membeli mobil angkutan barang legal yang harganya ratusan juta rupiah.


















Penggunaan mobil gerandong didesa kelahiran oto daeng sangat membantu dalam hal menekan biaya angkutan barang terutama petani yang berada didesa kelahiran OTO DAENG.
Salah satu petani yang sempat kami temui bernama Rustan Nurung mengatakan penggunaan mobil grandong di dusun Labusseng Desa engrekeng Kecamatan Ganra kabupaten  Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan sangat membantu petani yang berada di dusun tersebut dalam upaya pengangkutan gabah sehingga mempermudah mengankut gabah dari areal persawahan ke rumah petani yang ada di dusun Labusseng. Dengan adanya Mobil Grandong tersebut dapat mempercepat padi yang sudah panen dapat diantarkan langsung ke pengusaha pembeli hasil panen padi. Manfaat lain yang dirasakan para petani di Dusun Labusseng tersebut adalah mengangkut Pupuk ke areal persawahan lebih mudah sehingga menggantikan tenaga kuda yang biasanya dipakai petani untuk membawa pupuk areal persawahan begitu kata Rustan salah satu petani sukses yang ada di Dusun  Labusseng karena kuda yang biasanya diapakai sebagai alat angkut alternatif sudah sulit dijumpai petani yang ingin bekerja sebagai pengangkut gabah dan pupuk, mereka lebih memilih Grandong sebagai angkutan alternatif karena grandong sangat terjangkau dari segala lini.

Namun sangat disayangkan Grandong di cap sebagai kendaraan yang ilegal bagi Kementerian Perindustrian Indonesia yang diungkap oleh Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsi akan melarang grandong sebagai alat angkut di perdesaan untuk dijadikan  mobil angkutan desa.

Grandong adalah sebuah kendaraan beroda empat yang dirakit dan digerakkan oleh mesin diesel sebagai alat angkut. Awal mulanya, grandong digunakan Warga untuk mengangkut hasil Panen Padi atau gabah dari persawahan. Namun Kini grandong sudah dimanfaatkan untuk mengangkut pasir, penggilingan padi keliling, maupun batu terutama jika ada warga yang  meninggal batu untuk ornamen kuburan pun biasa digunakan grandong untuk mengangkut batu ke areal pemakaman warga yang ada di Dusun labusseng tepatnya desa Engrekeng Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng Warga pun beralasan bahwa Mobil Grandong sangat menjangkau disegala lini.

Konstruksi grandong adalah hasil kreasi Warga desa yang memadukan sebuah teknologi sederhana dan barang bekas untuk menghasilkan kendaraan bermesin. Grandong memiliki sebuah pedal kopling, pedal rem, gas ditarik tangan menggunakan tali, tanpa perseneling.
Meskipun menekan biaya angkutan barang dan membantu perekonomian warga desa, grandong digolongkan sebagai kendaraan ilegal karena belum didaftar dan belum ada biaya pajak. Selain itu, adanya grandong akan mengancam produktivitas penggilingan padi rumahan dan usaha pengangkutan truk .Grandong pun tidak memiliki izin layak operasi di jalan raya serta kadang memungkinkan terjadinya kecelakaan..

Sudah ada Pemerintah Daerah yang melarang operasi pengangkutan grandong yakni :
1.  Kabupaten dengan sejarah Blambangan (Banyuwangi) dengan Peraturan daerahnya yang tetapkan melalui Nomor 31 tahun 2003 tentang larangan operasi kendaraan jenis grandong
2.   Kabupaten yang terletak di Sukada (Lampung Timur)  dengan Peraturan Bupati Lampung Timur yang sudah ditetapkan dengan Nomor 12 Tahun 2008 tentang Larangan Operasional Huller Berjalan, Grandong/Gedet, Serkel, dan Sejenisnya dalam daerah Kabupaten Lampung Timur.
Diungkapkan pula oleh Kementerian Perindustrian Indonesia  Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsi “Grandong belum memiliki spesifikasi yang begitu jelas sebagai syarat mutlak kendaraan layak jalan”.
Namun salah satu tingkat kesyukuran warga Dusun Labusseng belum diterbitkannya Peraturan Daerah yang melarang operasi Grandong sebagai Alat angkutan hasil penen padi. Mudah - mudahan pemerintah di Kabupaten Soppeng tidak menerbitkan Peraturan Daerah yang melarang penggunaan Mobil Grandong di wilayah tersebut.


0 Response to "Mobil Grandong Adalah Mobil Yang Di Cap Sebagai Kendaraan Ilegal Oleh Kementerian Perindustrian"

Post a Comment